Pages

24 Desember 2010

no tittle

Secarik kertas yang saya temukan di antara tumpukan dokumen-dokumen waktu kuliah dulu. Dikasih sama kordinator puteri waktu lagi jadi panitia acara studi islam di MIPA.

Rabb, kuyakin saat ini Engkau sedang menatapku
sebab Engkau selalu memperhatikan makhluk-Mu
memeliharanya..
Engkau pula yang menggerakkan tangan ini,
merangkaikan kata, menulis ungkapan hatiku
pada Mu..

meskipun Engkau menyaksikan pula,
di tangan yang satu, kezholiman kuperbuat
aku menghancurkan diri sendiri,
mengabaikan syariat-Mu,
menyelewengkan rizki-Mu,
menyakiti sesama makhluk-Mu,
membodohi keimananku,
dan masih banyak lagi..

duhai Allah,
Engkau pun menyaksikan kemunafikanku
kefasihanku berbicara, cuma topeng
pakaianku pun malah jauh lebih berharga
dari syukur yang kubuat-buat terhadap-Mu
wajah, mata, dan tubuh ini
cuma seonggok daging
yang kelak membusuk
menjadi bangkai..

Rabb, aku merindu-Mu
namun ilmu dan imanku belum mampu
menggapai cinta-Mu
sebab terhijab dosa-dosa itu
ampunilah ya Rabb
agar aku kelak melihat-Mu
tanpa hijab

sederhana bukan berarti tidak sempurna

mual, mual, mual

Uhm…

Sudah hampir 10 kali aku bolak-balik toilet pesawat.
Padahal perjalanan Bengkulu Jakarta tidak sampai 2 jam menggunakan pesawat.
Mulut dan perutku terasa tidak enak.
Mual dan rasanya ingin muntah terus.
Lemas sekali badan ini.

Ternyata begini rasanya perjuangan menjadi seorang ibu.
Padahal, belum ada satu bulan aku mengandung.
Masya Allah.. Pantaslah Rasulullah menyeru kita untuk menghormati terlebih dahulu ibu, baru kemudian ayah.

Uhmmmm… Mual lagi. Ada kantong muntah.
Kulirik penumpang sebelahku. Seorang wanita. Mudah-mudahan ia bisa mengerti.

“Maaf, mbak..”
Ia menoleh.

“Iya, ada apa, mbak?”

“Saya mual sekali, saya ingin muntah di sini, ya..”

Uhmmmmm…. Rasanya tidak tahan..

Tiba-tiba raut wajah mbak sebelahku berubah tidak suka. Ia juga langsung menutup hidung dan mengarahkan wajahnya menjauh.

Oh, baiklah, sepertinya aku akan menghabiskan waktu perjalanan kembali ke Jakarta dengan bolak-balik ke toilet.

Uhmmm. Lemasnya..

***

Dan pesawat terus melanglang menuju Jakarta mengantarkanku ke tempat tinggal sederhanaku di Depok.

***
Alhamdulillah, sampai juga aku di rumah.

Tanggung jawab atas pekerjaanku di Bengkulu memaksaku untuk bepergian lebih sering. Terkadang teman-tamanku heran dengan jadwalku, bahkan aku sendiri tidak percaya bahwa aku sanggup menjalankannya.

Thanks God.

Bersyukur aku selalu didukung oleh keluarga dan suamiku untuk meneruskan pendidikan. Bersyukur juga bahwa saat ini aku dalam proses menjadi seorang ibu.

***

Mual.. mual.. muntah..
Rasanya ingin nangis saja..

*Spesial untuk calon ibu hebat: Risani my lovely friend :)

17 Desember 2010

Hati-hati

Hati-hati dengan mulutmu
Ia bisa mengeluarkan kata-kata indah yg membuai rasa
Ketika sadar, rasa itu ada di awang-awang
Kemudian jatuh,
Lalu hancur tak bersisa
..
Hati-hati dengan mulutmu
Ia bisa menjadi sembilu yang mengoyak hati
Mengubah sang penyayang menjadi si penyayat
Mencacah harapan menjadi serpihan kecil
Yang kemudian terbang
Bersama debu
...
Manusia hidup hanya sekali
Walaupun berat dan butuh perjuangan
Menjadi manusia haruslah lebih baik
...
My dear,
Dibutuhkan perjuangan untuk selalu konsisten
Semangat!!
Tema bln Desember: konsisten beramal!
:)
Yeah!