Pages

Tampilkan postingan dengan label dunia farmasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia farmasi. Tampilkan semua postingan

22 November 2021

Ngomongin antimikroba

Spread Awareness, Stop Resistance

Pekan Peduli Resistensi Antimikroba


Teman-teman
tahu tidak, kalau tanggal 18-24 november tiap tahunnya diperingati sebagai Pekan Peduli Resistensi Antimikroba (the World Antimicrobial Awareness Week/WAAW). Karena sekarang tahun 2021, maka namanya WAAW 2021. wkkk. Kenapa sih harus ada peringatan/perayaan segala. Antimikroba apaan sih? Simak yaa.. Mudah-mudahan ada yang bisa dipahami.

Jadi kenapa si Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menetapkan ada WAAW adalah untuk meningkatkan kepedulian dan pemahaman berbagai pihak mengenai resistensi antimikroba melalui komunikasi yang efektif, edukasi dan pelatihan. Yang dimaksud dengan antimikroba adalah zat yang dapat menghambat atau mematikan pertumbuhan mikroba (makhluk kecil nan imut tak kasat mata). Yang termasuk mikroba yaitu bakteri, virus, protozoa, dan fungi. Jadi antimikroba itu tidak hanya antibiotik, melainkan juga antivirus, antijamur, dan antiparasit.

Resistensi obat antimikroba adalah keadaan saat bakteri, virus, jamur, dan parasit mengalami perubahan seiring dengan waktu, sehingga tidak lagi merespons obat-obatan yang dirancang untuk membunuh mikroba-mikroba tersebut.

Fakta mengenai resistensi antimikroba:

  1. Resistensi antimikroba/Antimicrobial resistance (AMR) merupakan ancaman kesehatan global. Serem yaa.. butuh kerjasama berbagai pihak untuk mencapai tujuan yang berkesinambungan.
  2. WHO sudah mengumumkan kalua AMR merupakan 10 besar ancaman kesehatan secara global.
  3. Penggunaan antimikroba yang salah dan berlebihan merupakan penyebab utama dari berkembangnya pathogen yang resisten obat.
  4. Kurangnya sanitasi dan air bersih, pencegahan dan control penyebaran infeksi yang tidak adekuat, dapat membuat resisten pada terapi antimikroba.
  5. AMR dapat memperpanjang waktu rawat di rumah sakit, meningkatkan biaya yang dikeluarkan.
  6. Risiko pengobatan lebih besar jika tanpa dibarengi dengan penggunaan antimikroba yang efektif (termasuk tindakan bedah, dan kemoterapi). 

Banyak banget loh kasus-kasus resistensi antimikroba, seperti yang ditulis di webnya WHO, di antaranya:

Tahun 2019, indicator AMR melihat frekuensi infeksi bakteri pathogen pada aliran darah yang resisten pada 2 obat: yaitu methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dan E.coli yang resisten terhadap sefalosporin generasi ketiga. 25 negara, data dari GLASS infeksi pada aliran darah yang disebabkan MRSA, dan 49 negara dengan data infeksi E.coli pada aliran darah. Data ini belum mewakili data secara nasional, dan diperoleh nilai median dari MRSA adalah 12.11% (IQR 6.4–26.4) dan E. coli yang resisten terhadap cephalosporin generasi ketiga adalah 36.0% (IQR 15.2–63.0). 

Resistensi obat pada Mycobacterium tuberculosis

Masih banyak data yang tidak dipaparkan di sini. 

Teman-teman dapat mengakses langsung di web WHO dengan tautan https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/antimicrobial-resistance.

Lalu, bagaimana cara mencegah terjadinya resistensi antimikroba?

  1. Hanya menggunakan obat antimikroba (termasuk antibiotik) jika diresepkan oleh dokter.
  2. Mengonsumsi obat antimikroba yang diberikan dengan resep dokter sesuai dengan petunjuk dokter sampai habis.
  3. Tidak mengulang konsumsi antimikroba tanpa anjuran dokter
  4. Tidak menghentikan sendiri pengobatan antimikroba yang diresepkan oleh dokter
  5. Menjaga kebersihan dan sering mencuci tangan

Semoga bermanfaat ya teman-teman dan bisa lebih peduli lagi dengan resistensi antimikroba. Terima kasih sudah membaca. Salam hangat dari Apoteker Enny.



Sumber info:

https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/antimicrobial-resistance

https://chbp.fk.ugm.ac.id/2020/11/19/5-cara-mencegah-resistensi-antimikroba/

 


15 Desember 2011

Obat-obat Mirip


Mirip? Obat kok bisa mirip? Emangnya orang??

Yah.. Obat khan buatan manusia.. :p
Berpuluh ribu macamnya, kalau ditambah nama dagang, mungkin beratus ribu kali, ya.. :D Kalau ditambah bentuk sediaan dan kekuatan dosis, bisa beranak lagi jumlahnya. Maka dari itu, banyak obat yang kembar dan mirip.

Obat-obat yang mirip ini, biasa disebut dengan LASA, singkatan dari look-alike sound-alike drugs. Ada juga yang mengistilahkan SALAD, sound-alike look-alike drugs. Versi Indonesianya adalah NORUM, nama obat rupa dan ucapan mirip, istilah ini ada di permenkes. Obat-obatan lasa nih bisa bikin liyer-liyer keblinger-confuse, dan bisa bahaya. Kenapa bahaya? Ini dikarenakan bentuknya yang mirip atau namanya yang mirip jika dituliskan atau diucapkan. Kalo mirip jika dituliskan (orthographic) -> interpretasi resep bisa keliru, kalo bunyinya mirip (phonetic) -> order obat via lisan -> keliru juga. Apalagi jika kemasannya mirip dan kembar. Dalam keadaan emergensi bisa gawat. Nah, jika mirip-mirip begini, bisa salah tafsir dan bisa salah obat. Fatal dan bahaya akibatnya.

Menurut Permenkes RI No. 1691/MENKES/PER/VIII/2011 Tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit, lasa masuk ke dalam obat-obatan yang perlu diwaspadai (high-alert medications), yaitu obat yang sering menyebabkan terjadi kesalahan/kesalahan serius (sentinel event), obat yang berisiko tinggi menyebabkan dampak yang tidak diinginkan (adverse outcome).

Beberapa faktor yang berkontribusi bikin binun:
● Tulisan tangan yang tidak jelas
● Nama obat tidak lengkap
● Produk baru, masih gress, gak banyak yang tau
● Kemasan atau label yang mirip
● Penggunaan klinis yang sama
● Kekuatan obat, dosis, dan frekuensi pemberian sama

Penggunaan huruf kapital bisa membantu untuk menghindari terjadinya kesalahan. 


Metode Tall man digunakan untuk membedakan huruf yang tampaknya sama dengan obat yang mirip. Dengan memberi huruf kapital, maka petugas akan lebih berhati-hati dengan obat yang lasa. Di US, beberapa studi menunjukkan penggunaan huruf kapital ini terbukti mengurangi error akibat nama obat yang look-alike.
contohnya: metFORmin dan metRONIdaZOL, ePINEFrin dan efeDRIN. Seminimal mungkin kesalahan sampai 0%.

Sebenarnya, rumah sakit punya kebijakan untuk menetapkan standar penggunaan metode tall man ini. Seperti gambar di samping, punya salah satu rumah sakit di negeri sebrang, yang memberlakukan standar penulisan untuk obat lasa. Hurufnya ditebalkan, dan diberi warna yang berbeda. Kemudian, komite keselamatan mediknya akan mereview setahun sekali dan memberikan feedback.

Strategi Komunikasi untuk mencegah terjadinya kesalahan karena lasa:

Permintaan Tertulis

  1. Tambahkan merk dagang dan nama generiknya pada resep, terutama untuk obat yang 'langganan' bermasalah.
  2. Tulis secara jelas, pake huruf tegak kapital.
  3. Hindari singkatan-singkatan, bikin bingung. Hanya yang menulis dan Tuhan yang tau :s
  4. Tambahkan bentuk sediaan juga di resep. Misalnya metronidazol 500 mg, sediaan tablet dan infusnya sama2 500 mg.
  5. Sertakan kekuatan obat.
  6. Sertakan petunjuk penggunaan.
  7. Tambahkan juga tujuan/indikasi pengobatan, biar makin jelas
  8. Gunakan resep preprinted, ato electronic prescribing, paperless, go green :D

Permintaan Lisan:

  1. Batasi permintaan verbal, hanya untuk obat tertentu, misalnya hanya dalam keadaan emergency.
  2. Hindari permintaan via telepon, kecuali benar-benar penting, ada form permintaan via telepon yang akan ditandatangani.
  3. Diperlukan teknik mengulangi permintaan, dibacakan lagi permintaannya, jadi ada kroscek.


Strategi buat tenaga kesehatan untuk mencegah eror karena lasa:

  1. Tidak menyimpan obat lasa secara alfabet. Letakkan di tempat terpisah, misalnya tempat obat fast moving.
  2. Resep harus menyertakan semua elemen yang diperlukan, misalnya nama obat, kekuatan dosis, bentuk sediaan, frekuensi, dll.
  3. Cocokkan indikasi resep dengan kondisi medis pasien sebelum dispensing ato administering.
  4. Membuat strategi pada obat tertentu yang penyebab errornya diketahui, misalnya pada obat yang kekuatannya beda-beda, atau pada obat yang kemasannya mirip-mirip.
  5. Laporkan eror yang aktual dan potensial (berpeluang terjadi error).
  6. Diskusikan penyebab terjadinya eror dan strategi ke depannya.
  7. Sewaktu penyerahan, tunjukkan obat sambil diberikan informasi, supaya pasien mengetahui wujud obatnya dan untuk mereview indikasinya.

25 November 2011

Saatnya Jamu Unjuk Gigi :D

Siapa pernah minum jamu?
*Tunjuk tangan! :D

Beberapa hari kemarin, saya diundang oleh Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif, dan Komplementer, sebuah direktorat baru di kemkes untuk menghadiri talk show mengenai jamu. Sebenarnya bukan saya sih yang diundang, melainkan pihak Direksi Rumah Sakit tempat saya bernaung. Namun, semua orang yang berkepentingan itu sibuk, jadilah pihak direksi meminta Instalasi Farmasi untuk mengirim wakilnya, dan saya yang datang ke seminar itu. Tanpa persiapan apapun, saya datang ke Kementrian Kesehatan di daerah Kuningan. Wuiiiihhhh sepanjang perjalanan saya bersyukur bahwa tempat kerja saya dekat dari rumah, jadi gak perlu kena macet yang menguras emosi dan tenaga sepanjang jalan
..-_-..

Sampai di sana, walah... saya merasa anak bawang sendiri :p. Berkenalan dengan segelintir peserta, ternyata mereka telah berbuat banyak dan amat mencintai produk tradisional Indonesia ini. Ada dokter yang sekaligus praktisi, yang meresepkan ramuan tradisional jamu untuk para pasiennya, juga ada pendidik di sebuah poltekes di Jawa Tengah yang jurusan mengenai jamu-jamuan baru saja didirikan, pengusaha jamu, dan banyak lagi. Sebagai orang yang pernah mendapat kuliah mengenai bahan alam (mulai dari anfistum, farmakognosi, sampai fitokimia beberapa edisi) saya merasa beruntung dan juga gak mau ketinggalan dunk.. Hehe..

Sebelum acara dimulai, foto dulu..



Talk show tersebut mengundang beberapa pembicara, dari pengusaha jamu diwakilkan bpk Charles Saerang yang sekaligus ketua GP Jamu, ada juga Wamen Kesehatan bpk Ali Gufron Mukti, Rektor IPB bpk Heri Suwardijanto, wakil dari masyarakat bpk Hendardji Supanji, dari Kementrian Pertanian bpk Yul Hari Bahar, dan Maria Selena putri Indonesia 2011.

Menurut penelitian yang dilakukan WHO tahun 2005 yang lalu, 80% penduduk dunia pernah pake produk herbal yang mengusung tema back to nature. Kalo gak salah simak, kata pak wamen, ada tuh sekarang permenkes yang mengatur tentang saintifikasi jamu, yaitu penelitian mengenai jamu yang berbasis pelayanan kesehatan. Saintifikasi jamu ini untuk penyakit-penyakit kronik, yaitu hiperglikemia, hiperkolesterolemia, hipertensi, dan hiperuremia supaya jamu-jamu di Indonesia ini ada data penelitiannya. Sudah ada 12 rumah sakit lho yang menerapkan saintifikasi jamu ini. Masih ada beberapa kelemahan sih, seperti kurangnya publikasi (lha saya aja baru tau :p), mekanisme kontrol mengenai pelayanan kesehatan tradisional, dan kurangnya ahli yang mumpuni.

Di Taiwan, pasien bisa memilih pengobatan konvensional atau tradisional. Sekarang ini di Indonesia punya 6 produk fitofarmaka; rheumaneer, stimuno, tensigard, nodiar, x-gra, stimuno, 31 obat herbal terstandar, dan 1400-an produk jamu. Fitofarmaka perkembangannya sangat lambat. Pengusaha obat tradisional terbentur dengan persyaratan CPOTB dan serangkaian uji yang memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Karenanya, para produsen lebih memilih menghasilkan produk jamu dibandingkan fitofarmaka. Obat tradisional harus disamakan, gitu kata Pak Charles. Katanya, fitofarmaka tidak lebih unggul dari OHT maupun jamu. Begitupun sebaliknya. Semua obat tradisional sama. Memang ada beberapa oknum yang memasukkan bahan kimia obat (BKO) ke dalam jamu biar cespleng. Saya jadi ingat tugas khusus waktu PKPA di BPOM. Menulis tentang jamu ber-BKO, banyak euuuyyyyy... Sehingga, lanjut pak Charles, pengusaha jamu harus dibina, dan diberi pelatihan dan pendidikan yang cukup supaya nggak jual jamu ber-BKO.

Dengan adanya saintifikasi jamu, diharapkan seluruh orang (produsen) bisa membuat produk jamu, sehingga harga turun, dan citra jamu meningkat. Pasar jamu di Indonesia ini sungguh luar biasa besarnya. Sayang sekali jika potensi yang besar ini tidak dimanfaatkan, atau bahkan dicuri negara lain.

Masih ada beberapa kendala yang mudah-mudahan bisa segera diatasi. Peraturan yang melindungi para petani rimpang dan bahan-bahan pembuatan obat tradisional, penanganan pasca panen, pelatihan dan pembinaan mengenai pembuatan simplisia, adanya standar tanaman herbal.

Farmakope herbal apa kabarnya, yak? Beberapa tahun lalu, dosen saya bilang, farmakope herbal sedang disusun. Entah. Dalam hati saya berharap semoga obat tradisional bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri. Saatnya jamu unjuk gigi :D.

*Lepas dari talk show itu, saya jadi suka minuman jahe :D

22 Juli 2011

Rumah Sakit Kolaps??

Belakangan ini santer di berita-berita bahwa dua rumah sakit pemerintah di Jawa Barat hampir kolaps karena piutang yang belum terbayarkan. Dan yang berhutang adalah pemerintah! Sebuah dilema bagi rumah sakit, di satu sisi pelayanan kesehatan harus dijalankan karena amanah, di sisi lain tidak semua pelayanan kesehatan bersifat jasa. Apalagi sediaan farmasi yang umumnya berbentuk barang (fisik) yang memerlukan modal untuk mendapatkannya.Belum lagi banyak keluhan, entah dari pasien yang merasa dipersulit birokrasi maupun dari tenaga kesehatan sendiri yang permintaannya tidak terpenuhi akibat ketersediaan barang yang minim.Rumah sakit pemerintah memang milik semua. Hak untuk sehat juga milik semua. So, perlu sistem yang lebih canggih lagi supaya tidak ada berita menyedihkan bahwa rumah sakit harus kolaps dan berkurangnya keluhan mengenai pelayanan kesehatan dengan birokrasi yang berbelit. Semoga!

06 Juni 2011

Ibu RSA :)

Di tempat saya kerja, gak semua obat berharga terjangkau. Ada obat-obat tertentu yang hanya terjangkau bagi orang-orang tertentu. Kalau sudah begini, hubungi kembali physician-nya. Jikalau memang hanya itu obat pilihan, ya harus diberikan :).
Rumit juga ya..
Saya jadi teringat dengan dosen farmasi klinik di kampus. Ibu RSA namanya. Setiap kami -para mahasiswanya- presentasi mengenai penyakit dan pemilihan obatnya, hal yang sangat beliau tekankan adalah harganya. Dulu sih kami mikirnya 'yang penting kesembuhan pasien, harga obat nomor sekianlah untuk dipikirin.' Ternyata anggapan kami keliru..

04 April 2011

TB


Lagi ngetren, ya TB? Jangan sampe ngetren, deh :). Bukan TB si anker -anak keren- di pilem islam ktp ituuu, melainkan penyakit infeksi tuberculosis (TBC).

Saya tertarik menulis tema ini karena infeksi TB ini sepertinya akrab di lingkungan sekitar (serem..). Dulu, banyak yang berfikir bahwa orang yang mengalami tuberculosis adalah orang yang hidupnya jorok, tidak bersih, perokok berat.. Jangan salah. Bahkan, anak kecilpun bisa tertulari TB dari pengasuhnya, dokter atau analis dari pasiennya, dan istri dari suaminya.. Sedih, ya..

Data
Saat ini, Indonesia menempati posisi kelima dunia dengan angka kematian TBC -update dari Menkes RI tgl 24/3/11. Menurut bu menkes, dari satu orang tertular TBC bisa menulari sepuluh orang. Apalagi kondisi lingkungan yang tidak mendukung, seperti meludah sembarangan, batuk di depan orang, rumah yang minim cahaya matahari, dll (kontan).

Apa itu TBC?
Penyakit tuberculosis merupakan penyakit infeksius yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosa. Seperti penyakit flu, TB ditularkan dari pasien ke orang lain melalui udara. Ketika pasien TB aktif batuk, bersin, berbicara, maupun meludah,  ia akan mengeluarkan butiran2 kuman yang dikenal dengan bacilli (basil, bakteri yang berbentuk batang). Seseorang hanya perlu menghirup sedikit saja bacill untuk kemudian terinfeksi (WHO).

Jika dibiarkan saja tanpa pengobatan, pasien TB aktif akan menginfeksi (rata2) 10 sampai 15 orang setiap tahunnya. Seseorang yang terinfeksi basil TB tidak lantas berpenyakit TB. Sistem kekebalan tubuh kita akan menjadi pelindung dengan membentuk lapisan tebal, dan penyakit tidak muncul selama beberapa tahun. Ketika kekebalan tubuh melemah, peluang untuk menjadi sakit semakin besar. 

  • secara umum, satu pertiga populasi dunia terinfeksi basil TB
  • 5-10% orang yang terinfeksi basil TB (tapi gak terinfeksi HIV) menjadi sakit atau menjadi TB aktif--> bisa menularkan pada saat yang bersamaan. Orang dengan HIV dan terinfeksi TB lebih banyak yang menjadi TB aktif.
Gejala adanya TB di paru meliputi: (medline)
  • batuk berat 3 minggu terakhir atau lebih
  • penurunan BB
  • batuk berdahak atau berdarah
  • lelah
  • demam, menggigil
  • berkeringat di malam hari


Yuk stop TB sekarang dan semoga tahun ini Indonesia gak di urutan atas lagi :)

02 April 2011

Surat Cinta Seorang Pharmacist

Diambil dari note facebook dan komentar2 dari para pharmacist 2003 :D
Surat Cinta Seorang Pharmacist
Kau selalu begitu, membuatku aritmia, bradikardi dan takikardi sekaligus 

Meski aku mungkin TMS bagimu, setidaknya aku sudah menjalani prosedur baku 
Kunyatakan perasaanku padamu, dengan epinefrin menjalari tubuh 
Ketika Kebutuhan menjadi Keinginan, dan Keinginan menjadi Permintaan 
Maka aku mengajakmu menjalani Lingkaran Kehidupan Duvall tahap pertama 
Memformulasi hidup secara lege artis denganmu 
Bagaimana aku dapat melupakanmu, hati lembut sang Care Giver?
Wajahmu selalu terbayang; putih, lembut dan berbau harum 
Aku rela memberikan 18 SKP untuk dapat bersamamu dan meningkatkan Quality of Life-ku 
Meski TOEFLku cuma 451, aku ingin memberimu Moment of Truth 
Hingga akhirnya kutanyakan, Maukah kau menjadi Apoteker Pendamping hidupku? 
Kuharap kau tidak pingsan dulu, namun berfikir dengan logic thinking 
Meskipun perasaan memang komponen yang intangible 
Karena sudah kusiapkan Gedung, Peralatan, Sanitasi dan Higienitas serta Inspeksi Diri 
Kalaupun kau me-reject, aku harap kita tetap bisa menjadi Teman Sejawat 

”karena kalau anak Farmasi jatuh cinta…
Ia kan menunggu sampai titik akhir
Melindunginya dari kontaminasi 
Menyimpannya dalam wadah tertutup rapat terlindung baik
Mengucapkan cinta padanya empat kali sehali bila perlu (SPRN, Signa Pro Renata)
Meracik ramuan cinta formula rahasia untuknya”


Menjajaki kemungkinan dg feasibility study dan kestabilan dipercepat.

Aq gak mau nunggu smp titik akhir, tp aq akan berusaha mencapai titik equilibrum dan menjaganya supaya tetap stabil dan tetap dlm kesetimbangan. 
Menjauhkannya dr faktor2 yg dpt menyebabkan zat aktif terurai dan terdegradasi.. 
Jikalau ibarat emulsi, kan ku jaga jgn sampai trjd cracking, laminating, terlebih lg inversi fase, naudzubillah.. 

Jikalau ibarat suspensi kan kutambahkan surfaktan sbg wetting agent, shg dpt membentuk solubilisasi miselar yg dpt menstabilkannya..
Menjaga cinta mnrt anak farmasi sub bidang farmasetika


timbang seksama niat&tujuan qt.
larutkan dgn kejujuran& pengertian.
titrasi dgn sbr hingga saat tiba, awas jgn over!

semoga panjang gelombang kita sama, dgn peak yg bagus, tanpa berekor.. 

Aku berharap hatiku menjadi substrat yang selektif yang tidak mudah terkontaminasi apapun termasuk penyakut hati yang seganas spora aspergillus.

Semoga hatiku bagaikan medium yang tepat sebagai substrat mikroorganisme yang bermanfaat semisal mikroorganisme yang menghasilkan antibiotik baru atau active ingredient baru yang dibutuhkan oleh umat manusia...

Semoga hatiku bagaikan model sediaan mukoadhesif yg dpt menempel pada sel selektif yg memiliki mukus shg daya lekatnya kuat dgn tujuan tuk meningkatkan absorbsi iman shg efektivitas ketaqwaan meningkat dan mencapai derajat mutaqqin.. 

Jikalau anak farmasi jatuh cinta,semua terasa manis dan nikmat. 
Semanis gula, senikmat coklat. 
Tetapi jika manisnya gula dan nikmatnya coklat dicercap begitu banyak, bukan tidak mungkin obesitas dan diabetes. 
Ku ingin rasa cinta itu alami dan tidak berlebihan. 

Jika berlebih, malah mengurangi sensitivitas perasaan, bagaikan pasien diabetes tipe 2 yg insulinny tidak lagi sensitif thd banyakny glukosa dalam darah. Bisa-bisa,rasa manis itu membunuh scr perlahan, karena adanya komplikasi kronik mikrovaskular, makrovaskula
r, dan neuropati. Hiii... 
Namun, jika rasa itu terlanjur berlebih, diperlukan bantuan pihak lain seperti orang tua maupun orang lain yang dipercaya.

Lagi-lagi dengan analogi sang pasien yg membutuhkan anti diabetik oral seperti golongan sulfonilurea, biguanid, tiaz
olidindion, atau bahkan butuh suntikan insulin agar terkontrol. 
Tidak lupa juga edukasi dan support dari lingkungan terdekat..

Tidak seperti upaya pemetaan gen manusia yang rumit, cinta itu sangat sederhana, sesederhana cuci2 alat laboratorium...(weks enggak banget yach), sesedehana berbahagia dengan kebahagiaan orang dicinta..., tidak juga se-spesifik enzim dan subrat cinta itu universal bisa ke ayah, ibu, adik, kakak, sahabat, nenek, kakek, engkong, dll" maksa mode on

Hmm.. Jikalau engkau minyak dan aq air, bukanlah hal yg tdk mungkin disatukan. 

Kan kujadikan cinta kpd Allah dan Rasul-Nya, serta Al-Qur'an dan sunnah sbg emulgatornya.
Jikalau engkau zat yg tak mudah terbasahkan kan kutambahkan surfaktan sbg wetting agentnya supaya dpt terbentuk suspensi yg stabil. Kan kujaga dr hal2 yg mengganggu keseimbangan zeta potensialnya shg flokulasi dan deflokulasi dpt dihindari..
Kutambahkan kasih dan sayang sbg pemanisnya. Kesetiaan dan keteguhan sbg pengentalnya. 

Sabar dan pengertian sbg pewarnanya. Keikhlasan dan kejujuran sbg pengharumnya.
Semakin mantaplah sediaan qt shg siapapun tak ragu tuk meminumnya dan insyaAllah dijamin khasiatnya..

wahai engkau biduan cahaya, bolehlah engkau memeriksa hatiku, 
wahai densi yang ku sayang, jangan lah engkau diam beribu kata, 
ku butuh cahayamu, tuk menerangi lempeng hatiku yang telah ku elusi berjuta waktu, 

telah lama ku merayu, tapi engkau tetap diam beribu waktu,
deru dan napas mu kutunggu selalu tuk dapat kepastian darimu, 
walau engkau selalu merajuk, 
namun tak goyah pilihan hatiku padamu, 

hingga berjuta waktu telah berlalu, kuyakin engkau akan membuka matamu,
cahaya matamu memberikan warna bagi lempeng hatiku, 
walau itu hanya terlihat padamu, 

namun itu cukup bagiku tuk mengetahui apa yang mengganggu di lempeng hati ku....
kini telah lama berlalu, ku makin rindu akan cahaya matamu, 
walau mungkin engkau telah menyinari lempeng hati lainnya, 
percayalah ku kan selalu ingat padamu, 
densiku...... (jiakaa,, maksudnya densitometri..)

Cinta qt adalah jenis cairan non-newton krn terdiri dr berbagai komponen tuk menstabilkannya. 
Ku gunakan viscometer brookfield tuk mengukur kekentalan yg merupakan parameter kesetiaan dan keteguhan cinta qt.. 
Smoga tipe rheologi cinta qt adalah tipe aliran yg diridhoi oleh-Nya dan jalan tuk menggapai surga-Nya. Amin..

ternyata manis cintamu bukanlah sukrosa, 
cintamu hanyalah aspartam,, manis sekalii,, 
tapi menyisakan after taste yang pahiiit.. 
untungnya aku bukan penderita PKU sindrom.... 
huhuhuhuu......


teruntuk mel depuratum ku,,,,
zingiber officinale tak sehangat senyummu
echinacea angustifolia tak sekuatmu menjagaku
kamu lebih menenangkan daripada myristica fragrans,,
kamu hilangkan semua letihku seperti Panax quinquefolius seperti mellisa officinale yang membuatku selalu ingin tersenyum
meski kadang kamu sepahit Andrographis paniculata, se asem citrus hystric, 
namun untukku kamu tetap mel depuratum ku...

Jika cinta ibarat pbf, maka pemasukannya harus dari supplier terpercaya, 

jangan principal yang merugikan..
Stok awal diisi dengan keikhlasan hati, 
tercatat di kartu stok persediaan kebaikan pasangan, 
kurangi hal-hal yang menyangkut kekurangannya,
agar stok akhir berisikan sgala yang positif darinya.


kalo ibarat apotek, mungkin saya akan coba sering menelpon pelanggan agar selalu tau keadaannya
mendoakannya untuk selalu sehat selalu
sambil memberikan pelayanan terbaik bila sedang membutuhkan obat dari apotek

Jikalau cinta terlanjur menimbulkan luka akibat banyaknya tekanan seperti pada ulkus dekubitus, segeralah cari akar masalahnya dan segeralah ke ahlinya. 
Jangan biarkan luka itu terbuka. 
Bersihkan serpihan masalah, seperti membilas luka dengan normal salin untuk menghilangkan eksudatnya. 
Kemudian, tutuplah luka tersebut, dilanjutkan dengan memberi sediaan yang mengandung asam hyaluronat maupun alginat agar luka terlindung dari friksi dan terlindung dari bertambahnya tekanan. 
Biarkan dalam kondisi optimal agar cepat pulih.

:D :D

Kontributor:
Ayu Ramadaniaty, Dian Atika, Enny Sophia, Engkom Komariah, Rudy Harianto, Rana Imanjaya, Yola Rinayanti, Temannya Dian Atika yang namanya tidak disebutkan :p

09 Februari 2011

Hamil: mual muntah

Ini terjemah bebas dari medscape.com

Mual dan muntah merupakan gejala yang biasa ditemui selama kehamilan. Gak enak rasanya (katanya, sih.. belum pernah, hehe) tapi normal lho pada trimester pertama dan awal2 trimester kedua.
Sebanyak 70-80% wanita mengalami mual muntah karena kehamilan. Penyebab pastinya tidak dimengerti dan kebanyakan multifaktorial. Ada yang bilang karena faktor psikologis, stimuli hormonal, adaptasi evolusi (apaan nih, he..), infeksi Helicobacter pylori, dan lain2. Pengobatannya mulai dari perubahan gaya hidup dan makan, penambahan vitamin, antimual, sampai dirawat di RS untuk mendapatkan terapi secara intravena.
Secara umum pengobatannya dimulai dari intervensi nonfarmakologis; jika gejala tidak juga membaik, maka ditambahkan terapi obat. Meskipun mual muntah dihubungkan dengan kehamilan, gejalanya dapat mempengaruhi kehidupan sang ibu, personal maupun profesional, peningkatan biaya kesehatan secara tidak langsung, dan penurunan kualitas hidup akibat mual muntah karena kehamilan. Misalnya saja ibu jadi takut makan, padahal merasa lapar, tidak masuk kerja, deel :). Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu memperhatikan dampak pengobatan terhada kualitas hidup ibu hamil yang mual muntah.


Pengobatan Mual Muntah karena Hamil
Secara umum, pengobatan mual muntah ini tergantung dari keparahan gejala, dampak gejala pada kualitas hidup ibu, dan keamanan janin.

Berikut algoritma untuk pencegahan dan pengobatan dari mual dan muntah karena kehamilan.

Keterangan :
HG = hyperemesis gravidarum;
OTC = over the counter;
P6 = pericardium 6

Intervensi Nonfarmakologis
Pilihan pertama untuk terapi mual muntah karena kehamilan yaitu perubahan gaya hidup dan pola makan. Metode ini paling aman meskipun gak ada dokumen pendukung mengenai manfaatnya. Ibu hamil dengan gejala mual muntah disarankan untuk mengubah pola makan sebelum diberikan terapi farmakologis. Misalnya saja makan dalam jumlah sedikit dengan frekuensi yang lebih sering, makanan diblander, dan hindari makanan pedas, berlemak, atau yang bau (aroma)nya kuat. Konsumsi vitamin untuk ibu hamil sebelum tidur dan suplementasi Fe juga cukup membantu ibu hamil yang mual muntah.
Selain itu, banyak wanita dengan mual muntah karena kehamilan mengeluhkan meningkatnya indera penciuman yang memperburuk gejala. Yang bisa dilakukan adalah menghindari 'bau-bauan' tersebut, misalnya parfum, aroma makanan, dll.

Perubahan gaya hidup yang direkomendasikan yaitu istirahat atau tidur lebih sering dan hindari rangsangan yang bisa mencetuskan mual muntah. Kebutuhan tidur meningkat selama kehamilan, selain itu, istirahat juga diperlukan karena kelelahan juga bisa menyebabkan mual muntah. Mengikuti saran ini otomatis bisa meningkatkan ketidakhadiran di kantor maupun aktivitas lainnya. Hehehe.. Tapi ini kata medscape, lhooo.. Jangan lupa konsul ke obgyn terpercaya, yaa..
Terapi Farmakologis.
Traditionally, wanita hamil tidak dimasukkan ke uji klinik obat, akibatnya wanita2 hamil ini gak diikutsertakan dalam banyak uji klinik. Selanjutnya?? Gak punya data mengenai efektivitas dan keamanan obat2 yang diteliti pada wanita selama kehamilan. Sampe sekarang -menurut tulisan ini- gak ada obat yang di-approve FDA untuk mengobati mual muntah akibat kehamilan, dan belum ada protokol standarnya.
Suplemen Multivitamin. Multivitamin dapat digunakan untuk mencegah mual muntah krn kehamilan. Muntah ternyata punya hubungan dengan kurangnya suplementasi multivitamin 6 minggu sebelum kehamilan (ibu belum sadar kalo dia sedang hamil). All women of childbearing potential should be advised to take a daily multivitamin with folic acid for their overall health and the health of their baby, to reduce the risk of neural tube defects and, possibly, reduce the risk of NVP.
Pyridoxine. Pyridoxine (vitamin B6) merupakan vitamin larut air dan diperlukan sebagai koenzim dalam metabolisme lemak, karbohidrat, dan asam amino. Piridoksin dapat digunakan tunggal maupun kombinasi dengan doksilamin untuk terapi mual muntah akibat kehamilan. Jika digunakan tunggal, maka dosis oral piridoksin yaitu 24 mg setiap 8 jam atau 75 mg/hari. 
Antihistamines. Hanya beberapa antihistamin saja yang sudah diteliti untuk pengobatan mual muntah karena kehamilan. Meclizine, dimenhydrinate, dan diphenhydramine digunakan untuk mual muntah secara tunggal. secara umum, antihistamin menghambat kerja histamin di reseptor H1 dan secata tidak langsung mempengaruhi sistem keseimbangan, sehingga menurunkan stimulasi pada pusat muntah.
Gak ada guideline yang spesifik mengenai dosisnya pada wanita hamil. Digunakanlah standar orang dewasa: diphenhydramine 25-50 mg po setiap 4-6 jam atau 10-50 mg iv atau im setiap  4-6 jam jika diperlukan. Meclizine 25 mg setiap 4-6 hours jika perlu dan dimenhydrinate po atau per rektal 50-100 mg setiap  4-6 jam jika perlu.
Dopamine Antagonists. Sejumlah antagonis dopamin bisa digunakan untuk mual muntah karena hamil. Tiga kelas antagonis dopamin yaitu phenothiazines, butyrophenones, dan benzamides. Phenothiazines dosis rendah mengantagonis interaksi dopamin dengan D2-receptors untuk mendapatkan efek antimuntah. Phenothiazines yang digunakan untuk mual muntah karena hamil diantaranya prochlorperazine and promethazine. 
Metoclopramide, kelas benzamide, merupakan D2-antagonis sentral dan perifer. Meningkatkan tonus sfingter esofagus dan membantu pengosongan lambung dengan mengurangi waktu transit di saluran cerna bagian atas. 
Tidak ada dosis spesifik untuk wanita hamil. Promethazine 12.5-25 mg setiap 4-6 jam po atau pr jika diperlukan, atau metoclopramide 5-10 mg po atau iv setiap 6 jam jika diperlukan.
Serotonin Antagonists. Karena efektivitas dari antagonis serotonin pada pasien kemo yang mual muntah, para dokter memresepkan ondansentron 4-8 mg oral setiap 8 jam untuk wanita mual muntah karena hamil. (Granisetron has not been studied for the treatment of NVP and hence is not discussed in this review.) Antagonis serotonin berefek di reseptor 5-hydroxy-tryptamine3 (5-HT3) secara sentral dan perifer, yang kemudian menghambat reseptor di usus halus, saraf vagus, dan chemoreceptor trigger zone >> decreased stimulation of the medullary vomiting center.
Terapi Lainnya

Diantaranya jahe, chamomile, peppermint, dan daun raspberry (entah di Indonesia ada atau nggak). Kebanyakan data2 pendukungnya masih terbatas.
Acupressure. Yaitu menstimulasi daerah yang namanya acupoint dengan tekanan. Umumnya, acupoint untuk mual muntah di pericardium 6 (P6) atau Neiguan point, nih gambar hasil googling: 

Hmmmphhh... Semoga tulisan ini bermanfaat, ya.. :)
*bayar utang tulisan sama ani meskipun dia udah bisa makan enak :D