Pages

22 November 2021

Ngomongin antimikroba

Spread Awareness, Stop Resistance

Pekan Peduli Resistensi Antimikroba


Teman-teman
tahu tidak, kalau tanggal 18-24 november tiap tahunnya diperingati sebagai Pekan Peduli Resistensi Antimikroba (the World Antimicrobial Awareness Week/WAAW). Karena sekarang tahun 2021, maka namanya WAAW 2021. wkkk. Kenapa sih harus ada peringatan/perayaan segala. Antimikroba apaan sih? Simak yaa.. Mudah-mudahan ada yang bisa dipahami.

Jadi kenapa si Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menetapkan ada WAAW adalah untuk meningkatkan kepedulian dan pemahaman berbagai pihak mengenai resistensi antimikroba melalui komunikasi yang efektif, edukasi dan pelatihan. Yang dimaksud dengan antimikroba adalah zat yang dapat menghambat atau mematikan pertumbuhan mikroba (makhluk kecil nan imut tak kasat mata). Yang termasuk mikroba yaitu bakteri, virus, protozoa, dan fungi. Jadi antimikroba itu tidak hanya antibiotik, melainkan juga antivirus, antijamur, dan antiparasit.

Resistensi obat antimikroba adalah keadaan saat bakteri, virus, jamur, dan parasit mengalami perubahan seiring dengan waktu, sehingga tidak lagi merespons obat-obatan yang dirancang untuk membunuh mikroba-mikroba tersebut.

Fakta mengenai resistensi antimikroba:

  1. Resistensi antimikroba/Antimicrobial resistance (AMR) merupakan ancaman kesehatan global. Serem yaa.. butuh kerjasama berbagai pihak untuk mencapai tujuan yang berkesinambungan.
  2. WHO sudah mengumumkan kalua AMR merupakan 10 besar ancaman kesehatan secara global.
  3. Penggunaan antimikroba yang salah dan berlebihan merupakan penyebab utama dari berkembangnya pathogen yang resisten obat.
  4. Kurangnya sanitasi dan air bersih, pencegahan dan control penyebaran infeksi yang tidak adekuat, dapat membuat resisten pada terapi antimikroba.
  5. AMR dapat memperpanjang waktu rawat di rumah sakit, meningkatkan biaya yang dikeluarkan.
  6. Risiko pengobatan lebih besar jika tanpa dibarengi dengan penggunaan antimikroba yang efektif (termasuk tindakan bedah, dan kemoterapi). 

Banyak banget loh kasus-kasus resistensi antimikroba, seperti yang ditulis di webnya WHO, di antaranya:

Tahun 2019, indicator AMR melihat frekuensi infeksi bakteri pathogen pada aliran darah yang resisten pada 2 obat: yaitu methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dan E.coli yang resisten terhadap sefalosporin generasi ketiga. 25 negara, data dari GLASS infeksi pada aliran darah yang disebabkan MRSA, dan 49 negara dengan data infeksi E.coli pada aliran darah. Data ini belum mewakili data secara nasional, dan diperoleh nilai median dari MRSA adalah 12.11% (IQR 6.4–26.4) dan E. coli yang resisten terhadap cephalosporin generasi ketiga adalah 36.0% (IQR 15.2–63.0). 

Resistensi obat pada Mycobacterium tuberculosis

Masih banyak data yang tidak dipaparkan di sini. 

Teman-teman dapat mengakses langsung di web WHO dengan tautan https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/antimicrobial-resistance.

Lalu, bagaimana cara mencegah terjadinya resistensi antimikroba?

  1. Hanya menggunakan obat antimikroba (termasuk antibiotik) jika diresepkan oleh dokter.
  2. Mengonsumsi obat antimikroba yang diberikan dengan resep dokter sesuai dengan petunjuk dokter sampai habis.
  3. Tidak mengulang konsumsi antimikroba tanpa anjuran dokter
  4. Tidak menghentikan sendiri pengobatan antimikroba yang diresepkan oleh dokter
  5. Menjaga kebersihan dan sering mencuci tangan

Semoga bermanfaat ya teman-teman dan bisa lebih peduli lagi dengan resistensi antimikroba. Terima kasih sudah membaca. Salam hangat dari Apoteker Enny.



Sumber info:

https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/antimicrobial-resistance

https://chbp.fk.ugm.ac.id/2020/11/19/5-cara-mencegah-resistensi-antimikroba/

 


04 November 2015

Our baby

Lahir normal, alhamdulillah.. 10/10/15, selisih 2 tahun 2 bulan dengan abangnya.. Semoga kami bisa mendidiknya jadi anak yang soleh.. Amin ya Rabb..

03 Mei 2014

23 Maret 2014

Fatih 7 mo

Lagi belajar duduk 😚😚


14 Januari 2014

blogging started!

Mulai nulis lagiii..
Hihiii
Mudah2an gak banyak postingan random n gak jelas yeeee...
Ahuyy ahuyy.. 
Sekarang kerjaan pelayanan di bidang kesehatan lagi banyak-banyaknya nih. Salah satunya karena peralihan jaminan kesehatan jadi JKN-BPJS. Apa itu JKN-BPJS? Apa, ya? :D

22 Januari 2013

hello..

Hello.. Assalamualaikum.. nulis lagi :). xixi kangen sama baca2 blognya dianatika-corner. saya lagi seneng-senengnya searching resep, apalgi resep yang tingkat easy. biasanya hari sabtu ke pasar, trus masak deh :p. banyak blogger mommy yang gak sungkan ngasi resep oke punya. meskipun di saya belum tentu berhasil tuh resep. xixiix. ok c u

07 Oktober 2012

Maap lahir batin

Baca postingan yang gak seberapa di blog sendiri menyenangkan juga ya. Heheh, meskipun gak konsisten dan tema yang diangkat suka-suka hati tapi bikin semangat nulis muncul lagi. Mohon maaf lahir batin untuk semua yang pernah mampir di catatan-enny. Mudah2n gak kecewa dengan postingan yang hilang timbul. Gaya banget deh :d
Semoga amal ibadah kita semua diterima Allah SWT dan kesalahan serta dosa-dosa diampuni oleh-Nya yang maha Pemurah lagi Maha Pengampun. Senantiasa bersyukur dengan semua yang ada ;)

16 Desember 2011

BBPK Ciloto dalam Kenangan

Hehehehe.. Judulnya oke banget deh ;)

Bulan Oktober 2011, pekan kedua, saya berkesempatan ke Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto dan menginap selama 24 hari dalam rangka Pra Jabatan. Saya beserta rombongan se-instansi (14 orang ya kalo gak lupa) berangkat bareng, sewa bus. Saat itu, saya gak kenal semua, meskipun satu RS, kayaknya cuma kenal mb Linda aja deh. Heheheh. Maklum ngendon di depo terus, nih xp. Dan waktu penerimaan tahun 2010, tempat kami menerima 130 orang pegawai baru. Seminggu masa orientasi, langsung mengabdi di instalasi masing-masing. So, gak kenal semuanya.

Singkat kata, Sampailah kami di BBPK Ciloto. Lewat puncak pas sedikit. Ngelewatin RM Rindu Alam kalo dari Jakarta. Di Ciloto, selama 24 hari, kami menerima materi dan membuka pikiran supaya total bekerja di instansi masing-masing. Saya senang di sana. Widyaiswara -pemateri-nya sangat-sangat idealis menurut saya. Dan idealisme itu yang mereka pegang teguh dan mereka jadikan modal di sana. 

Pak Anang, yang wawasannya amat luasssss.. Kalo ditanya tentang politik n tokohnya, beliau tahu sampai silsilah anak cucu politisi :p. Pak Wansa yang sederhana, yang salut pada perantau-perantau muda, Pak Iman yang selalu bersemangat, Aa Gun yang gak kenal lelah, motivator handal yang murah senyum :), Pak Parman dengan pengalamannya yang luar biasa, Pak Yan, Pak Samsul, Pak Pepen, Ibu Yati, Bu Tresno, Bu Mutia, semuanya... Meskipun Kementrian tempat saya bekerja dinyatakan masih disclaimer di tahun 2010 oleh BPK, bila mengingat mereka -para Widyaiswara itu-, saya yakin kementrian kami di masa berikutnya nggak disclaimer lagi. Antara realisme dan idealisme memang ada gap. Namun bukan tidak mungkin gap itu diperkecil supaya tujuan bisa mulus tercapai. Para pendamping kami juga idealis, Pak Jendral asal NTB dengan logat sundanya (errrhhhh saya ingat2 dulu), Si akang Jabar yang pandai bernyanyi mars (errhhhh yang suka pake topi itu lho), dan semua staf di sana. Disiplin dan taat peraturan.

Selain itu, ada juga kejutan di sana. 
Berupa tembakan-tembakan di tengah malam! 

Dhuar!!!
Dhuar!!!

Krik.. krikk.. 

Pukul 02.00

Dhuar!!

Selain kami yang prajab, ada juga yang lagi pelatihan semi-militer di sana. Untuk yang lagi capek banget, tembakan-tembakan itu menambah lelap tidur. Sementara untuk sebagian lainnya, menjadi alarm bangun sholat malam, sambil ngebayangin rasanya hidup di tengah peperangan..

Di luar itu semua, di Ciloto itu banyak obyek-obyek indah. Dingin, pula! Tambah teman, tuker cerita, tuker gossip *lho? gak dink.. Ya teman-teman ya.. :D

15 Desember 2011

Obat-obat Mirip


Mirip? Obat kok bisa mirip? Emangnya orang??

Yah.. Obat khan buatan manusia.. :p
Berpuluh ribu macamnya, kalau ditambah nama dagang, mungkin beratus ribu kali, ya.. :D Kalau ditambah bentuk sediaan dan kekuatan dosis, bisa beranak lagi jumlahnya. Maka dari itu, banyak obat yang kembar dan mirip.

Obat-obat yang mirip ini, biasa disebut dengan LASA, singkatan dari look-alike sound-alike drugs. Ada juga yang mengistilahkan SALAD, sound-alike look-alike drugs. Versi Indonesianya adalah NORUM, nama obat rupa dan ucapan mirip, istilah ini ada di permenkes. Obat-obatan lasa nih bisa bikin liyer-liyer keblinger-confuse, dan bisa bahaya. Kenapa bahaya? Ini dikarenakan bentuknya yang mirip atau namanya yang mirip jika dituliskan atau diucapkan. Kalo mirip jika dituliskan (orthographic) -> interpretasi resep bisa keliru, kalo bunyinya mirip (phonetic) -> order obat via lisan -> keliru juga. Apalagi jika kemasannya mirip dan kembar. Dalam keadaan emergensi bisa gawat. Nah, jika mirip-mirip begini, bisa salah tafsir dan bisa salah obat. Fatal dan bahaya akibatnya.

Menurut Permenkes RI No. 1691/MENKES/PER/VIII/2011 Tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit, lasa masuk ke dalam obat-obatan yang perlu diwaspadai (high-alert medications), yaitu obat yang sering menyebabkan terjadi kesalahan/kesalahan serius (sentinel event), obat yang berisiko tinggi menyebabkan dampak yang tidak diinginkan (adverse outcome).

Beberapa faktor yang berkontribusi bikin binun:
● Tulisan tangan yang tidak jelas
● Nama obat tidak lengkap
● Produk baru, masih gress, gak banyak yang tau
● Kemasan atau label yang mirip
● Penggunaan klinis yang sama
● Kekuatan obat, dosis, dan frekuensi pemberian sama

Penggunaan huruf kapital bisa membantu untuk menghindari terjadinya kesalahan. 


Metode Tall man digunakan untuk membedakan huruf yang tampaknya sama dengan obat yang mirip. Dengan memberi huruf kapital, maka petugas akan lebih berhati-hati dengan obat yang lasa. Di US, beberapa studi menunjukkan penggunaan huruf kapital ini terbukti mengurangi error akibat nama obat yang look-alike.
contohnya: metFORmin dan metRONIdaZOL, ePINEFrin dan efeDRIN. Seminimal mungkin kesalahan sampai 0%.

Sebenarnya, rumah sakit punya kebijakan untuk menetapkan standar penggunaan metode tall man ini. Seperti gambar di samping, punya salah satu rumah sakit di negeri sebrang, yang memberlakukan standar penulisan untuk obat lasa. Hurufnya ditebalkan, dan diberi warna yang berbeda. Kemudian, komite keselamatan mediknya akan mereview setahun sekali dan memberikan feedback.

Strategi Komunikasi untuk mencegah terjadinya kesalahan karena lasa:

Permintaan Tertulis

  1. Tambahkan merk dagang dan nama generiknya pada resep, terutama untuk obat yang 'langganan' bermasalah.
  2. Tulis secara jelas, pake huruf tegak kapital.
  3. Hindari singkatan-singkatan, bikin bingung. Hanya yang menulis dan Tuhan yang tau :s
  4. Tambahkan bentuk sediaan juga di resep. Misalnya metronidazol 500 mg, sediaan tablet dan infusnya sama2 500 mg.
  5. Sertakan kekuatan obat.
  6. Sertakan petunjuk penggunaan.
  7. Tambahkan juga tujuan/indikasi pengobatan, biar makin jelas
  8. Gunakan resep preprinted, ato electronic prescribing, paperless, go green :D

Permintaan Lisan:

  1. Batasi permintaan verbal, hanya untuk obat tertentu, misalnya hanya dalam keadaan emergency.
  2. Hindari permintaan via telepon, kecuali benar-benar penting, ada form permintaan via telepon yang akan ditandatangani.
  3. Diperlukan teknik mengulangi permintaan, dibacakan lagi permintaannya, jadi ada kroscek.


Strategi buat tenaga kesehatan untuk mencegah eror karena lasa:

  1. Tidak menyimpan obat lasa secara alfabet. Letakkan di tempat terpisah, misalnya tempat obat fast moving.
  2. Resep harus menyertakan semua elemen yang diperlukan, misalnya nama obat, kekuatan dosis, bentuk sediaan, frekuensi, dll.
  3. Cocokkan indikasi resep dengan kondisi medis pasien sebelum dispensing ato administering.
  4. Membuat strategi pada obat tertentu yang penyebab errornya diketahui, misalnya pada obat yang kekuatannya beda-beda, atau pada obat yang kemasannya mirip-mirip.
  5. Laporkan eror yang aktual dan potensial (berpeluang terjadi error).
  6. Diskusikan penyebab terjadinya eror dan strategi ke depannya.
  7. Sewaktu penyerahan, tunjukkan obat sambil diberikan informasi, supaya pasien mengetahui wujud obatnya dan untuk mereview indikasinya.

Membuat Kartu Askes

Belom buat, sih.. Baru akan.. :p

Saya ada nih persyaratannya:
Persyaratan Pembuatan/Penggantian Kartu Askes:
  1. Mengisi formulir (jadi ada formulir isian dari pihak Askes tentang identitas diri, keluarga, n instansi bekerja), kalau masih aktif, dilegalisir kantor
  2. Foto kopi ktp yang masih berlaku
  3. Foto kopi SK terakhir/SK Pensiun/SK Janda/Duda
  4. Foto kopi surat nikah/cerai/meninggal >> kalo masih single ya gak dulu lah.. kalo dah nikah aja ngasihnya yahh ;p
  5. Foto kopi akte kelahiran anak/KK
  6. Foto kopi daftar gaji (peg. aktif) dan struk pensiun
  7. Surat keterangan kuliah bagi anak di atas 21 tahun
  8. Pas foto ukuran 2x3 @2lembar
  9. Membawa kartu askes lama yang asli semua (kalo mau penggantian kartu askes lama ke yang baru)
  10. Surat keterangan hilang dari polisi (kalo ilang)
Mengenai tambah anak/suami/istri pastinya akan beda persyaratannya dengan yang single. Begitu juga dengan pembuatan kartu askes baru dan penggantian. Tergantung kebutuhan. Opsi persyaratan di atas adalah persyaratan lengkap, yang sesuai kondisi bisa dieliminasi poinnya.

Nanti buatnya di kantor askes wilayah masing-masing. Tergantung tempat tinggal ataupun tempat kerja. Kalo saya, di kantor jaksel, di Jalan Raya Pasar Minggu No. 17, teleponnya 7943239/40 *siap2 nerima banyak titipan dari temen, karena saya libur di hari kerja. Ngobyek, ngobyek ;p

01 Desember 2011

Pesta Para Peri


Malam gelap sunyi menaungi Hutan Imaji. Perlahan, Bulan beranjak keluar dari peraduannya. Menerangi malam dengan pantulan mentari di wajahnya yang bulat. Dedaunan di pohon besar dan semak-semak menari syahdu digelitik semilir angin yang sejuk. Tampak Peri Malam dengan kantong pasirnya bersiul riang menyambut malam yang indah.


"Hai, Bulan.. Woooow.. Cantik sekali wajahmu, amat bercahaya malam ini," sapa Peri Malam.


"Hallo, Peri Malam. Hari kaupun tampak istimewa dan bahagia. Kantong pasir kantukmu juga tampak penuh."

"Iya dunk, Bulan. Hari ini aku senaaang sekali. Akan ada banyak kawan yang berkunjung ke Hutan Imaji. Kantong pasir sudah kuisi penuh sebagai hadiah untuk yang datang. Uh, tak sabar rasanya menunggu mereka! Pasti sebentar lagi mereka datang. Ada Bijak, Bunga, Galau, Mimpi, Jujur, juga Pangeran Kodok," Peri Malam dengan mimiknya yang lucu berceloteh tanpa jeda. Sayap mungilnya berkepak cepat mengikuti tubuh lincahnya.

"Aku ikut senang jika begitu. Apa yang bisa kulakukan untukmu, hai Peri Malam?" tanya Bulan.

"Berhiaslah dan bersinarlah seterang dan secantik mungkin agar pestaku meriah, Bulan." sambut Peri Malam.

"Ah, itu dia Peri Bunga dan Peri Bijak. Tak kusangka mereka secepat ini. Angin baik sekali membantuku menyampaikan undangan pada mereka. Aku senang sekaliiiii.. Haaaaiiiiii" Peri Malam bergegas menyambut kedatangan kedua peri yang telah ia nantikan.

"HALOOOO MALAAAMMM...," keduanya serempak.

Hmmm.. Hutan Imaji menjadi harum semerbak dengan kedatangan Peri Bunga. Hutan juga tidak sedingin tadi. Terasa hangat dan bersahabat dengan kedatangan Peri Bijak.

Bunga membawakan Malam rangkaian bunga segar yang indah. Tubuh mungil bersayapnya yang dihiasi untaian mawar warna-warni tampak kesulitan membawa rangkaian bunga besar untuk Malam.

"Aiih, terima kasih, Bunga!! Seperti biasa, kau selalu merepotkan dirimu. Ouhh, indahnya bunga ini. Pasti kau yang merangkainya sendiri. Hmmmm.. Harumnyaaaa" mulut Peri Malam tak henti bersuara sembari mengambil rangkaian bunga dari Peri Bunga.

"Iya, benar. Bunga ini kurangkai spesial hanya untukmu. Hihihi.. Aku tahu kamu akan menyukainya," sambut Peri Bunga.

Sementara Peri Bijak dengan gaun hijaunya yang anggun menghadiahkan Malam sebuah puisi indah tentang persahabatan. Puisi itu dibingkai indah dengan ranting dan sulur berwarna hijau. Si Bijak memang penggila warna hijau.

"Ahaha.. Terima kasih, Bijak.. You're so lovely.." celoteh Malam.

"Semua yang terbaik untukmu, Malam sayang.." ujar Bijak.

Suasana riang. Bulan bertugas menghias malam dengan cahaya indahnya yang tidak menyilaukan. Gesekan dedaunan dan ranting serta gemericik air menghasilkan musik nan sahdu menambah riangnya suasana. Malam menyuguhkan makanan istimewa dengan wadah yang terbuat dari piringan kaleng warisan nenek buyutnya.

Tiba-tiba Sang Angin datang berhembus.

"Hai Peri Malam, tadi aku bertemu Peri Galau, ia sedang mengikuti pelatihan kegalauan tingkat akhir. Ia menitipkan salam untuk semua peri di sini dan meminta doa kalian agar ia lulus tes galau," ujar Angin menyampaikan pesan Peri Galau.

"Ia pasti lulus tes dan menjadi nomer satu! Tidak ada satu peri-pun yang bisa mengalahkan kegalauan Si Peri Galau!!" ujar Malam berapi-api.

"Memangnya kenapa kalau ia lulus tes dan menjadi nomer satu?" tanya Bijak.

"Jika seorang peri telah mengikuti pelatihan kegalauan tingkat akhir dan lulus tes, maka ia dapat melepaskan jubah kegalauannya dan menggantinya dengan jubah romansa," aku senang sekali. Akan ada banyak bunga-bunga indah di sana," jawab Bunga.

Sementara Bulan menanggapinya dengan doa dan senyuman yang menambah hangat malam itu. Kemudian ia bertanya pada Angin,

"Bagaimana dengan Pangeran Kodok, Peri Jujur, dan Peri Mimpi, Angin? Mengapa mereka belum juga datang?"

"Selama aku berhembus dari ujung Hutan Bakesi, Hutan Celudig, sampai ujung Hutan Samerang, aku bertemu dengan mereka semua dan mereka menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa datang ke pesta Para Peri ini. Si Jujur sedang mengisi ulang batere kejujurannya. Ia tidak mau datang ke pesta ini dalam kondisi lemah. Sementara Mimpi, sedang sibuk membangun mimpi-mimpinya yang besar. Ia akan datang setelah satu dari sekian banyak mimpi besarnya terwujud. Sementara Pangeran Kodok tidak bisa hadir karena sekarang bukanlah musim hujan. Ia kehilangan suaranya yang merdu dan bobotnya yang besar di musim kemarau ini," jelas Angin panjang lebar.

"Tapi aku membawa hadiah dari mereka.. Taraaaaaaa.... Aku juga akan berhembus perlahan supaya kalian tidak kepanasan dengan cahaya Bulan yang terang ini, hehe," lanjut Angin.

"Dasar Angin!" balas Bulan.

"Yuk kita makan saja, Malam. Hadiah-hadiahnya simpan dulu saja."

"Ok... Peri-peri keren."

"Sebelum makan, foto dulu yuuuuuuukkkkk!!!"

"Hayuuuuukkk!!"

"Ciiiiissssssss........"

Jepret!!

Malam itu semua bergembira sembari berharap peri lain yang tidak datang dimudahkan keperluannya. Pesta tambah semarak dengan tambahan musik dari Angin yang ternyata hembusannya sangat merdu. Sepertinya selepas pesta, mereka semua tertidur lelap karena Peri Malam menghadiahkan banyak pasir kantuk.

***

29 November 2011

Merampingkan Label

Label di blog ini sepertinya membuang ruang dan tidak simple. Supaya lebih praktis dan sederhana, saya merampingkan 'tag' ato label dengan 5 label saja. Dunia Maya, Dunia Fantasi, Dunia Farmasi, Kehidupan Dunia, dan Pelajaran Dunia. :p

Ya Allah, jadikanlah dunia di tanganku, dan bukan di hatiku..

*btw, agak lama juga ya ngerampingin label..

25 November 2011

Saatnya Jamu Unjuk Gigi :D

Siapa pernah minum jamu?
*Tunjuk tangan! :D

Beberapa hari kemarin, saya diundang oleh Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif, dan Komplementer, sebuah direktorat baru di kemkes untuk menghadiri talk show mengenai jamu. Sebenarnya bukan saya sih yang diundang, melainkan pihak Direksi Rumah Sakit tempat saya bernaung. Namun, semua orang yang berkepentingan itu sibuk, jadilah pihak direksi meminta Instalasi Farmasi untuk mengirim wakilnya, dan saya yang datang ke seminar itu. Tanpa persiapan apapun, saya datang ke Kementrian Kesehatan di daerah Kuningan. Wuiiiihhhh sepanjang perjalanan saya bersyukur bahwa tempat kerja saya dekat dari rumah, jadi gak perlu kena macet yang menguras emosi dan tenaga sepanjang jalan
..-_-..

Sampai di sana, walah... saya merasa anak bawang sendiri :p. Berkenalan dengan segelintir peserta, ternyata mereka telah berbuat banyak dan amat mencintai produk tradisional Indonesia ini. Ada dokter yang sekaligus praktisi, yang meresepkan ramuan tradisional jamu untuk para pasiennya, juga ada pendidik di sebuah poltekes di Jawa Tengah yang jurusan mengenai jamu-jamuan baru saja didirikan, pengusaha jamu, dan banyak lagi. Sebagai orang yang pernah mendapat kuliah mengenai bahan alam (mulai dari anfistum, farmakognosi, sampai fitokimia beberapa edisi) saya merasa beruntung dan juga gak mau ketinggalan dunk.. Hehe..

Sebelum acara dimulai, foto dulu..



Talk show tersebut mengundang beberapa pembicara, dari pengusaha jamu diwakilkan bpk Charles Saerang yang sekaligus ketua GP Jamu, ada juga Wamen Kesehatan bpk Ali Gufron Mukti, Rektor IPB bpk Heri Suwardijanto, wakil dari masyarakat bpk Hendardji Supanji, dari Kementrian Pertanian bpk Yul Hari Bahar, dan Maria Selena putri Indonesia 2011.

Menurut penelitian yang dilakukan WHO tahun 2005 yang lalu, 80% penduduk dunia pernah pake produk herbal yang mengusung tema back to nature. Kalo gak salah simak, kata pak wamen, ada tuh sekarang permenkes yang mengatur tentang saintifikasi jamu, yaitu penelitian mengenai jamu yang berbasis pelayanan kesehatan. Saintifikasi jamu ini untuk penyakit-penyakit kronik, yaitu hiperglikemia, hiperkolesterolemia, hipertensi, dan hiperuremia supaya jamu-jamu di Indonesia ini ada data penelitiannya. Sudah ada 12 rumah sakit lho yang menerapkan saintifikasi jamu ini. Masih ada beberapa kelemahan sih, seperti kurangnya publikasi (lha saya aja baru tau :p), mekanisme kontrol mengenai pelayanan kesehatan tradisional, dan kurangnya ahli yang mumpuni.

Di Taiwan, pasien bisa memilih pengobatan konvensional atau tradisional. Sekarang ini di Indonesia punya 6 produk fitofarmaka; rheumaneer, stimuno, tensigard, nodiar, x-gra, stimuno, 31 obat herbal terstandar, dan 1400-an produk jamu. Fitofarmaka perkembangannya sangat lambat. Pengusaha obat tradisional terbentur dengan persyaratan CPOTB dan serangkaian uji yang memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Karenanya, para produsen lebih memilih menghasilkan produk jamu dibandingkan fitofarmaka. Obat tradisional harus disamakan, gitu kata Pak Charles. Katanya, fitofarmaka tidak lebih unggul dari OHT maupun jamu. Begitupun sebaliknya. Semua obat tradisional sama. Memang ada beberapa oknum yang memasukkan bahan kimia obat (BKO) ke dalam jamu biar cespleng. Saya jadi ingat tugas khusus waktu PKPA di BPOM. Menulis tentang jamu ber-BKO, banyak euuuyyyyy... Sehingga, lanjut pak Charles, pengusaha jamu harus dibina, dan diberi pelatihan dan pendidikan yang cukup supaya nggak jual jamu ber-BKO.

Dengan adanya saintifikasi jamu, diharapkan seluruh orang (produsen) bisa membuat produk jamu, sehingga harga turun, dan citra jamu meningkat. Pasar jamu di Indonesia ini sungguh luar biasa besarnya. Sayang sekali jika potensi yang besar ini tidak dimanfaatkan, atau bahkan dicuri negara lain.

Masih ada beberapa kendala yang mudah-mudahan bisa segera diatasi. Peraturan yang melindungi para petani rimpang dan bahan-bahan pembuatan obat tradisional, penanganan pasca panen, pelatihan dan pembinaan mengenai pembuatan simplisia, adanya standar tanaman herbal.

Farmakope herbal apa kabarnya, yak? Beberapa tahun lalu, dosen saya bilang, farmakope herbal sedang disusun. Entah. Dalam hati saya berharap semoga obat tradisional bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri. Saatnya jamu unjuk gigi :D.

*Lepas dari talk show itu, saya jadi suka minuman jahe :D

22 November 2011

(dan) membaca (lagi)

Sudah lama rasanya tidak membaca. Kemarin lusa saya sempatkan diri ke toko buku deket rumah. Meskipun di toko itu buku yang saya cari nggak ada, tapi di kantong belanjaan sudah ada beberapa buku untuk dibaca :D. Dan di rumah, yang pertama kali dibaca adalah komik. heheh. Selesai komik dilahap, barulah novel kang Abik "Bumi Cinta" saya baca. Karena mulai bacanya malam dan novelnya gak bisa lepas dari tangan, selesai dibaca setelah jam satu dini hari. Subhanallah. Rekomended novelnya. Berkisah tentang Ayyas, mahasiswa S2 yang sedang mengerjakan tesis mengenai kehidupan umat Islam di masa pemerintahan Stallin, ke Rusia. Negara -yang katanya- paling bebas pergaulannya. Di tengah kebebasan itu, bergejolak jiwa-jiwa kering nan kesepian. Alur yang menarik dan bikin pembaca gak melepas novel dari genggaman. Dengan akhir yang bikin pembacanya penasaran! :p Apasih (?)
Mungkin saya telat kali ya baca novel ini. Gak papa dunkk.. Masih ada beberapa buku yang belum dibaca. Sekarang bersiap2 dulu, mau dines sore :D.

05 November 2011

sweet november

Postingan ini saya tulis di Ciloto, dalam suasana dingin-dingin gerimis khas puncak. Meskipun waktu menunjukkan pukul 14, namun rasanya masih pagiiiii... aja. Alhamdulillah.
Bersyukur rasanya masih bisa merasakan tanggal 9 zulhijah, tul gak? Ngerasain sahur di ciloto bareng kawan yang sebelumnya gak pernah kebayang akan dioertemukan di sini. Kangen sih sama orang rumah, apalagi kalo yang namanya idul adha. Ramenyeuuu.. Ada kambing, sapi, kerbau, pak haji yang motong, sapi, sapi lagi.. hahah.. Jadi, kangen sama sapi? ;p ya gitu deh.
November ini mudah2an jadi sweet November, setelah beberapa pembekalan prajab dengan materi kemarin yang sepertinya menjadi klimaks, yang memicu semangat untuk meluruskan kembali niat bahwa bekerja adalah ibadah, mulia.. pfhh.. :) getaran itu kembali terasa. Semoga bisa konsisten.
Sweet november juga untuk teman2 yang akan melakukan perjanjian berat, semoga barokah, sakinah, mawadah n warohmah. Sweet november untuk teman yang sedang mencari dan berproses menuju hidup yang lebih baik.. So sweet.. :p

22 Oktober 2011

kangen

Astagaa.. saya sudah lama tidak menulis, bertegur sapa, dan menanyakan kabar. Terasa hambar.. Kangeeen.. Kangen menulis, ngulik2 lay out, kangen rumah, kangen temen2, bahkan kangen kerjaan! :D (padahal banyak yang harus dikerjakan di sini). 

22 Juli 2011

Rumah Sakit Kolaps??

Belakangan ini santer di berita-berita bahwa dua rumah sakit pemerintah di Jawa Barat hampir kolaps karena piutang yang belum terbayarkan. Dan yang berhutang adalah pemerintah! Sebuah dilema bagi rumah sakit, di satu sisi pelayanan kesehatan harus dijalankan karena amanah, di sisi lain tidak semua pelayanan kesehatan bersifat jasa. Apalagi sediaan farmasi yang umumnya berbentuk barang (fisik) yang memerlukan modal untuk mendapatkannya.Belum lagi banyak keluhan, entah dari pasien yang merasa dipersulit birokrasi maupun dari tenaga kesehatan sendiri yang permintaannya tidak terpenuhi akibat ketersediaan barang yang minim.Rumah sakit pemerintah memang milik semua. Hak untuk sehat juga milik semua. So, perlu sistem yang lebih canggih lagi supaya tidak ada berita menyedihkan bahwa rumah sakit harus kolaps dan berkurangnya keluhan mengenai pelayanan kesehatan dengan birokrasi yang berbelit. Semoga!

05 Juli 2011

Bye Bye Hp..

Selamat tinggal sonyericsson-ku
terima kasih sudah menemani selama 3 tahun lebih :p
*heheh..
ilang semua deh nomer telepon..

06 Juni 2011

Ibu RSA :)

Di tempat saya kerja, gak semua obat berharga terjangkau. Ada obat-obat tertentu yang hanya terjangkau bagi orang-orang tertentu. Kalau sudah begini, hubungi kembali physician-nya. Jikalau memang hanya itu obat pilihan, ya harus diberikan :).
Rumit juga ya..
Saya jadi teringat dengan dosen farmasi klinik di kampus. Ibu RSA namanya. Setiap kami -para mahasiswanya- presentasi mengenai penyakit dan pemilihan obatnya, hal yang sangat beliau tekankan adalah harganya. Dulu sih kami mikirnya 'yang penting kesembuhan pasien, harga obat nomor sekianlah untuk dipikirin.' Ternyata anggapan kami keliru..

Cari sekolah :D

Cari sekolah sekarang perlu persiapan masak, ya.. Alhamdulillah karena orang Indonesia rata2 udah care dengan pendidikan, atau memang tingkat persaingan yang semakin tajam.. :bengong:
Cari SMU negeri keketatan nilai sangat dekat, selisih nol koma, sangat berarti.. Gak kerasa, murid SD yang dulu saya ajarin sekarang dah mau masuk SMA, huhuhu :terharu n berasa tua :p.
Adik perempuan saya juga akan masuk perguruan tinggi.. Hoooooohhh...
Dua orang ponakan juga akan masuk SD, yang satu lagi masuk playgroup.
Cari sekolah, cari sekolah, kejarlah ilmu yang banyaaaakkkk supaya bisa bermanfaat :). 
Semangat2.. Semoga dapet yang terbaik, amiiiinnnn yra.